Oleh: husinaparin | Juli 8, 2009

Amal ibadah yang membawa ke surga

Amal ibadah yang membawa ke surga menurut al Qur’an & al Hadits. 1. Iman dan amal saleh : وَالَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ ( البقرة82) “dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga; mereka kekal di dalamnya” ( QS. Al Baqarah 82 ). 2. Taat kepada Allah dan RasulNya وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَذَلِكَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ ( النساء13) “ Barang siapa taat kepada Allah dan RasulNya, niscaya Allah memasukkannya ke dalam surga yang mengalir di dalamnya sungai-sungai sedang mereka kekal di didalamnya; dan itulah kemenangan yang besar (QS. An Nisa 13). 3. Istiqamah dalam agama Allah swt إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ أُولَئِكَ أَصْحَابُ الْجَنَّةِ خَالِدِينَ فِيهَا جَزَاءً بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ ( الأحقاف13-14) “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan : Tuhan kami ialah Allah, kemudian mereka tetap istiqamah, maka tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak pula berduka cita. Mereka itulah penghuni-penghuni surga, mereka kekal di dalamnya sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan. (QS. Al Ahqaf 13 & 14). 4. Jihad di jalan Allah swt إِنَّ اللَّهَ اشْتَرَى مِنَ الْمُؤْمِنِينَ أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ بِأَنَّ لَهُمُ الْجَنَّةَ يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ وَعْدًا عَلَيْهِ … ( التوبة111) “Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh …” (QS. At Taubah 111). 5. Menuntut ilmu karena Allah swt وَمَنْ سَلَكَ طَرِيْقًا يَلْتَمِسُ فِيْهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيْقًا إِلَى الْجَنَّةِ (رواه مسلم) “dan barang siapa yang menelusuri jalan untuk mencari ilmu, Allah swt mudahkan baginya dengan penulusannya itu jalan ke surga” (HR. Muslim). 6. Membangun masjid atau ikut membangunnya مَنْ بَنَى مَسْجِدًا يَبْتَغِى بِهِ وَجْهَ اللهِ بَنَى اللهُ لَهُ مِثْلَهُ فِى الْجَنَّةِ (متفق عليه) “barang siapa yang membangun masjid mengharapkan dengannya keredhaan Allah, Allah bangunkan untuknya rumah yang sama di dalam surga” (Hadits Muttafaq alaih). 7. Banyaknya langkah ke masjid untuk shalat مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ أَعَدَّ اللهُ لَهُ فِى اْلجَنَّةِ نُزُلاً كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ (متفق عليه) “ Barang siapa yang pergi ke masjid, Allah sediakan baginya di dalam surga rumah manakala ia pergi itu (Hadits Muttafaq alaih). 8. Haji mabrur اَلْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا, وَالْحَجُّ الْمَبْرُوْرُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ اِلاَّ الْجَنَّة (متفق عليه) “Ibadah umrah ke umrah yang lain adalah pengampunan antara keduanya, dan haji mabrur tidak ada balasan baginya kecuali surga”. (Hadits Muttafaq alaih). 9. Benar dalam perkataan; 10. Tepat janji; 11. Jujur; 12. Memelihara kemaluan. 13. Menahan pandangan mata, dan; 14. Memelihara tangan (dari kejahatan) : اضْمِنُوْالِي سِتًّا مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَضْمَنْ لَكُمُ اْلجَنَّةَ : أَصْدِقُوْا إِذَا حَدَّثْتُمْ , وَأَوْفُوْا إِذَا وَعَدْتُمْ, وَأَدُّوْا إِذَا ائْتَمَنْتُمْ , وَاحْفَظُوْا فُرُوْجَكُمْ, وَغَضُّوْا أَبْصَارَكُمْ, وَكُفُّوا أَيْدِيَكُمْ (رواه أحمد وحسن الألبانى) “Berilah jaminan kepadaku enam perkara dari diri kalian, aku jamin surga bagi kalian yaitu : benarlah jika kalian berbicara, tepatilah apabila kalian berjanji, tunaikanlah apabila kalian dipercaya, peliharalah kemaluan kalian, tahanlah pandangan mata kalian dan peliharalah tangan kalian (dari perbuatan jahat)” (HR. Ahmad). 15. Memelihara anak yatim أَنَا وَكَافِلُ الْيَتِيْمِ فِى الْجَنَّةِ هَكَذَا, وَأَشَارَ بِأَصْبَعَيْهِ السَّبَابَةُ وَالْوُسْطَى, وَفَرَّجَ بَيْنَهُمَا ( رواه البخارى) “Aku dan orang yang memelihara anak yatim di surga seperti ini (Dia mengisyaratkan dua jarinya yaitu telunjuk dan jari tengah dan ia mengembangkan keduanya” (HR. Bukhari). 16. Menengok orang sakit مَنْ عَادَ مَرِيْضًا لَمْ يَزَلْ فِى خِرْفَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَرْجِعَ (رواه مسلم) “barang siapa yang mengunjungi orang yang sakit ia selalu berada dalam nuansa surga sampai ia kembali dari kunjungannya itu” (HR. Muslim). 17. Membuang apa saja yang mengganggu jalanan umum. لَقَدْ رَأَيْتُ رَجُلاً يَتَقَلَّبُ فِي الْجَنَّةِ فِي شَجَرَةٍ قَطَعَهَا مِنْ ظَهْرِ الطَّرِيْقِ , كَانَتْ تُؤْذِي النَّاسَ (رواه مسلم) Nabi SAW bersabda : “Aku melihat seorang laki-laki bolak balik di dalam surga (karena) memotong sebatang kayu yang tumbuh di jalan mengganggu orang banyak”. (HR. Muslim) 18. Infaq di jalan Allah. مَنْ تَصَدَّقَ بِصَدَقَةٍ اِبْتِغَاءَ وَجْهِ اللهِ خُتِمَ لَهُ بِهَا دَخْلُ الْجَنَّةِ (رواه أحمد وصحصه الألباني) “Barang sia yang bersedekah untuk mencari ridha Allah, dirinya dicap masuk surga dengan sedekahnya itu”. (HR. Ahmad) 19. Mendidik dan memelihara anak-anak perempuan. مَنْ كَانَ لَهُ ثَلاَثُ بَنَاتٍ أَوْثَلاَثُ أَخَوَاتٍ, فَاَتْقَى اللهَ وَاَقَامَ عَلَيْهِنَّ كَانَ مَعِيْ فِي الْجَنَّةِ هَكَاذَ, وَاَوْمَأَ بِالسَّبَابَةِ وَالْوُسْطَى (رواه أبويعلى وصححه الألبانى) “ “barang siapa yang mempunyai tiga orang anak perempuan atau tiga saudara perempuan, lalu ia membuat bertaqwa kepada Allah swt dan ia luruskan mereka itu, orang itu bersamaku di dalam surga seperti ini (beliau mengisyarakan telunjuk dan jari tengah) (HR. Abu Ya’la). 20. Memelihara lidah مَنْ يَضْمَنُ لِي مَابَيْنَ لِحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ اَلْجَنَّةَ (رواه البخاري) “Barang siapa yang menjamin kepadaku (dari kemaksiatan) antara dua janggutnya (mulut) dan antara dua kakinya (kemaluan) aku jamin baginya surga”. (HR. Bukhari.) 21. Menahan amarah قَالَ رَجُلٌ لِرَسُوْلِ الله صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ, فَقَالَ: لاَ تَغْضَبْ وَلَكَ الْجَنَّةُ (رواه الطبر اني وصححه الألباني) “Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW : “Tunjukkan kepadaku amal yang dapat memasukkan aku ke dalam surga”. Nabi SAW menjawab : “Kau jangan marah, bagimu surga”. (HR. Tabrani.) 22. Berbuat baik kepada kedua ibu-bapak . رَغِمَ أَنْفُهُ, ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ ثُمَّ رَغِمَ أَنْفُهُ, قِيْلَ : مَنْ يَارَسُوْلَ الله ؟ قَالَ : مَنْ أَدْرَكَ وَالِدَيْهِ عِنْدَ الْكِبَرِ أَحَدُهُمَا أَوْكِلاَهُمَا, ثُمَّ لَمْ يَدْخُلِ الْجَنَّة (رواه مسلم) “Alangkah ruginya seseorang, Alangkah ruginya seseorang, Alangkah ruginya seseorang. Lalu ada yang bertanya siapakah orang itu wahai rasul, Rasul menjawab : “Yaitu orang yang sempat mempunyai orang tua sampai keduanya, atau salah satu diantara keduanya tua bangka, kemudian orang itu tidak masuk surga juga” (HR. Muslim) 23. Taatnya seorang istri kepada suami إَذَا صَلَتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا, وَصَامَتْ شَهْرَهَا, وَحَصَنَتْ فَرْجَهَا, وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا: دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ اْلجَنَّةِ شَاءَتْ (لرواه مسلم) “Jika seorang perempuan shalat fardhu lima waktu, puasa Ramadhan,memelihara kemaluannya dan ia taat kepada suaminya, ia masuk surga dari pintu manapun yang ia inginkan”. (HR. Ibnu Hibban). 24. Menebarkan perdamaian, 25. Memberi makanan, 26. Menghubungkan silaturrahmi, 27.Shalat malam. يَا أَيُّهَا النَّاسُ, أُفْشُوْا السَّلاَمَ , وَأَطْعِمُوْا الطَّعَامَ, وَصِلُوْاالأَرْحَامَ, وَصَلُّوْا بِاللَّيْلِ وَالنَّاسُ نِيَامٌ : تَدْخُلُوْا الْجَنَّةَ بِسَلاَمٍ ( رواه أحمد وصححه الألباني ) “Wahai manusia sebarkanlah salam (perdamaian), berilah makanan, hubungkan silaturrahmi, dan dirikan shalat malam dikala manusia sedang tidur; kamu akan masuk surga dengan selamat”. (HR. Ahmad) 28. Bersihnya diri dari kesombongan, 29. Bersihnya diri dari tipu daya 30. Bersihnya diri dari utang . مَنْ مَاتَ وَهُوَ بَرِيْءٌ مِنَ الْكِِِبْرِ وَالْغُلُوْلِ وَالدَّيْنِ دَخَلَ الْجَنَّةَ (رواه الترمذي زوصححه الألباني) “Barang siapa yang meninggal, ia bebas (terlepas) dari kesombongan, tipu daya dan hutang, masuk surga”. (HR. Tirmizi) 31. Melazimi jamaah umat Islam . عَلَيْكُمْ بِالْجَمَاعَةِ, وَإِيَّاكُمْ وَالْفُرْقَةِ, فَإِنَّ الشَّيْطَانَ مَعَ الْوَاحِدِ , وَهُوَ مِنَ اْلاِثْنَيْنِ أَبْعَدُ. وَمَنْ أَرَادَ بَحْبُوْحَةَ الْجَنَّةَ فَلْيَلِزِمِ الْجَمَاعَةَ (رواه الترمذي وصححه الألباني) “Hendaklah kamu dalam jamaah, jauhkan olehmu cerai berai, sesungguhnya syaitan bersama satu orang, maka syaitan lebih jauh dari padanya jika orang itu berdua. Barang siapa yang menginginkan surga hendaklah ia melazimi jamaah”. (HR. Tirmizi) 32. Selalu memohon surga. مَنْ سَأَلَ اللهَ اْلجَنَّةَ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ قَالَتْ اْلجَنَّةَ : اَللَّهُمَّ أَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ, وَمَنِ اسْتَجَارَ مِنَ النَّارِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ, قَالَتِ النَّارُ : اَللَّهُمَّ أَجِرْهُ مِنَ النَّارِ (رواه الترمذي وصححه الألباني) “Barang siapa yang memohon surga kepada Allah tiga kali, surga berkata :Ya Allah masukkanlah ia ke dalam surga; dan barang siapa yang melindungkan diri dari api neraka, neraka berkata : Ya Allah jauhkan orang ini dari neraka” (HR. Tirmizi) 33. Puasa Ramadhan. اِنَّ لِلْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيََّانُ , يُقَالُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ اَيْنَ الصَّائِمُوْن ؟ فَإِذَا دَخَلَ آخِرُهُمْ أُغْلِقَ ذَلِكَ اْلبَابُ (رواه البخاري ومسلم) “Di surga ada pintu yang disebut “Ar Rayyan”. Pada hari kiamat diserukan manakah orang-orang yang berpuasa Ramadhan dan apabila orang yang terakhir puasa Ramadhan telah masuk, maka pintu itupun ditutup” (HR. Bukhari Muslim). (Ref. : Al Jannah, Shil’atullah al Galiyah, fa aina al mustarun, oleh Al Qism al Ilmi, Dar Al Wathan Li Al Nasyr, Riyadh, cet. I , th 1421 H,) Disalin kembali oleh :KH. Husin Naparin, Lc.Ma


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: