Oleh: husinaparin | Juli 12, 2009

Fadhilat Ramadhan dan Puasa

 

Ibnu Khuzaimah meriwayatkan di dalam kitab shahihnya satu hadis yang berasal dari Salman Al Farisi r.a. yang berkata :

خطبنا رسول الله صلى الله عليه وسلم فآخر يوم من شعبان قال :

 “Rasulullah SAW berpidato kepada kami di penghujung bulan Sya’ban dengan kata beliau :

يآايها الناس قدأظلكم شهر عظيم مبارك

  1. “Wahai manusia, telah dekat kepada kalian suatu bulan yang agung lagi penuh berkah;

شهر فيه ليلة خير من ألف شهر

Bulan, di mana terdapat di dalamnya suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan;

جعل الله صيامه فريضة وقيام ليله تطوعا

  1. Allah jadikan ibadah puasa bulan itu sebagai suatu kewajiban (fardhu); dan mendirikan shalat di malam harinya sebagai ibadah sunat;

من تقرب فيه يخلصة من الخير كان كمن أدى فريضة فيها سواه

  1. Siapa yang mengerjakan suatu kebajikan (ibadah sunnat) pada bulan tsb, maka dia seperti telah mengerjakan ibadah fardhu di bulan lain;

ومن أدى فريضة فيه كان كمن أدى سبعين فريضة فيما سواه

Dan barang siapa yang menunaikan ibadah fardhu pada bulan tsb, maka seperti telah menunaikan 70 ibadah fardhu di bulan lain:

وهو شهر الصبر والصبر ثوابه الجنة

  1. Bulan tersebut adalah bulan kesabaran, ganjaran sabar adalah sorga;

وشهر المواساة وشهر يزاد فى رزق المؤمن فيه

Bulan tersebut adalah bulan kemurahan; dan pada bulan itu rezeki umat beriman akan ditambah;

من فطر فيه صائما كان مغفرة لذنوبه وعتق رقبعة من النار وكان له مثل أجره من غير أن ينقص من أجره شيئ

Barang siapa yang memberikan makanan untuk berbuka bagi orang yang berpuasa, maka akan mengampunkan dosanya dan membebaskan pundaknya dari api neraka, serta dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakan puasa itu tanpa dikurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun;

قالوا يارسول الله ليس كلنا يجد مايفطر الصائم

Lalu sahabat bertanya : Wahai Rasulullah, tidak semua kami dapat memberikan makanan untuk membukakan orang yang berpuasa.

فقال يعطى الله هذا الثواب من فطر صائم على تمرة او على شربة ماء او مذقة لبن

Rasulullah menjawab : Allah akan memberikan ganjaran kepada siapapun yang membukakan orang yang yang berpuasa, walaupun hanya sebiji korma atau segelas air itu seteguk susu;

وهو شهر أوله رحمة وأوسطه مغفرة وآخره عتق من النار

  1. Bulan tersebut awalnya rahmat, pertengahannya keampunan dan penghabisannya adalah pembebasan dai neraka;

من خفف عن مملوكه فيه غفر الله له وأعتقه من النار

  1. Barang siapa yang meringankan pekerjaan budaknya pada bulan tersebut, Allah berikan ampunan kepadanya dan Allah lepaskan ia dari api neraka;

فاستكثروا فيه من أربع خصال خصلتين ترضون بهما ربكم وخصلتين لاغناء عنهما؛

  1. Perbanyaklah oleh kalian empat perkara : dua di antaranya membuat Tuhan redha kepada kalian; dan dua di antaranya harus kalian lakukan :

 

Dua perkara yang membuat Tuhan redha adalah: Syahadat (pengakuan) Laa ilaaha illa Allah dan istigfar: Astagfirullah; adapun dua macam yang harus kalian lakukan ialah : permohonan kalian akan sorga dan perlindungan kalian kepadanya dari sisksa neraka.

وتعوذون به من النار

 

Hadirin kaum muslimin Yth.

Hadits ini perlu sekali kita simak untuk menjadi pendorong dan motivator dalam kita mendekatkan diri kepada Allah SWT dan memanfaatkan momentum yang baik di bulan suci Ramadhan. Kalau kita perhatikan, banyak sekali di antara kita umat Islam yang tidak tahu memanfaatkan momentum tersebut sehingga bulan Ramadhan berlalu begitu saja; kadang-kadang banyak waktu yang tersita, terbuang begitu saja, kesana kemari berhari-hari hanya untuk mencari satu makanan kesenangannya dalam berbuka atau makan sahur, padahal tanpa itupun makan dan minum tidak berkurang, demikian waktu berlalu tanpa ibadah positif, waktu berlalu tanpa kebajikan bernilai ibadah kepada Allah SWT.

Kaum muslimin Yth.

Puasa bukan saja menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari segala perbuatan sia-sia dan sembrono……inilah juga yang sering terlihat……berhari-hari, ada yang habis waktu dengan main-main di pos jaga.

Kaum muslimin yang terhormat,

Dengan puasa memang dapat diukur sampai di mana tingkat keimanan seseorang. Orang-orang yang beriman diseru untuk berpuasa di dalam firman Allah SWT Al-Baqarah ayat 183

 

يآايها الذين آمنوا كتب عليكم الصيام…

“Wahai umat beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa…………”

 

Setelah menerima perintah ini, serta merta melaksanakan tanpa mempertanyakan mengapa dan kenapa. Mereka laksanakan ibadah puasa dengan penuh kesadaran akan perintah Tuhan. Kalau puasa kita ibaratkan sepohon tanaman, maka iman adalah tanah tempat tumbuhnya tanaman tersebut. Semakin tebal keimanan seseorang, semakin suburlah tumbuh puasanya. Apalagi kalau puasanya itu disiram dengan siraman ibadah sunat berupa shalat tarawih, tahajud, witir, tilawah Qur’an dan tasbih serta zikir dan istigfar. Dipupuk lagi dengan sedekah, derma, serta kebaikan-kebaikan lain yang bermanfaat bagi umat manusia, puasa yang demikianlah yang akan membuahkan takwa.

Kaum muslimin Yth.

Sebaliknya, semakin tipis iman seseorang, puasanya tumbuh merana, karena tumbuh di atas iman yang gersang; apalagi kalau sekeliling tanaman puasanya itu tumbuh rumput-rumput keluhan karena panas, lapar, haus dan sebagainya. Mungkin pula puasanya itu diserbu dan digerogoti oleh ulat-ulat yang berbahaya berupa penyakit jiwa yang tergambar dengan dengki, dendam, perkataan kasar dan kosong, pemarah, perbuatan sia-sia dan sembrono, sehingga puasanya tumbuh kurus dan pucat, diombang-ambingkan oleh badai kehidupan yang ada di sekitarnya. Memang puasanya amat erat kaitannya dengan iman. Oleh karena itu pulalah, Allah SWT membedakan ganjaran puasa dari ganjaran ibadah-ibadah lainnya. Allah sendiri yang menentukan ganjaran itu, apa dan bagaimana yang ia akan berikan kepada seorang yang berpuasa sesuai dengan tingkat puasa yang ia lakukan.

 

 

Oleh sebab itu hendaknya :

لايكون صوم صومك كيوم فطرك

“janganlah kiranya hari puasa anda, sama saja dengan hari anda tidak berpuasa”.

Oleh itulah :

–          kita berharap bulan Ramadhan di daerah kita; berbeda dengan bulan bukan Ramadhan!

–          Semua kegiatan ber………dihentikan; termasuk  target-target hiburan yang berbentuk dosa dan beraroma petaka ditutup; termasuklah warung-warung sekedup yang merusak citra Islam dalam kehidupan kita; seperti telah diserukan oleh MUI Kalsel.

Mengapa ?

–          supaya do’a dan munajat para hamba-hamba Allah SWT yang dhaif tidak terusik dan diusik.

–          Supaya do’a dan dan damba para hamba Allah untuk keselamatan bangsa dan negara ini; dunia dan akhirat tidak ternoda dan terhalang oleh kamaksiatan segelintir masyarakat dengan dalil mencari kehidupan. Nabi SAW bersabda :

 

“hati-hatilah kallian dengan bulan Ramadhan, (bulannya Allah); dengan meremehkan dan menyia-nyiakan!!! Sungguh Allah telah menyediakan sebesar bulan buat k alian bersenang-senang; awas kalian daripada bulan Ramadhan.

 

Kita berharap hal ini bisa dimengerti oleh semua pihak, para pejabat pengatur negeri ini, para pengusaha yang mengeruk kekayaan di negeri ini, para buruh karyawan dan pekerja yang katanya mencari sesuap nasi! Dan semua pihak!

Mari  kita semua lebih banyak mencari redha Allah sang khalilq; daripada kesenangan nafsu dan kemauan sang makhluk, demikian semoga………


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: