Oleh: husinaparin | Juli 20, 2009

AL-QURAN

                         “Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran)… “(QS. Al Ankabut 45)

 

Apakah Al Qur’an itu ?

 

Qur’an berarti “bacaan”  asal katanya qara’a.

Kata Qur’an berbentuk masdar (asal kata) dengan arti isim maf’ul (isim yang menjadi objek kalimat), yaitu : maqru’ (artinya : yang dibaca)

Kemudian kata Qur’an diperuntukkan untuk al Qur’an yang dikenal sekarang; yaitu: “Kalam Allah SWT,

yang merupakan mukjizat,

yang diturunkan  (diwahyukan) kepada Nabi Muhammad SAW,

yang ditulis di mushaf,

yang diriwayatkan dengan mutawatir dan

membacanya adalah ibadah.”

(Al Qur’an dan Terjemahnya, Depag RI, Mukaddimah, hal 15).

 

Al Qur’an tertuju kepada beberapa hal :

 

  1. النقوش (An  Nuqusy), yaitu al Qur’an berupa huruf yang tertulis pada lembaran kertas atau apa saja, membawanya haram hukumnya bagi seorang yang berhadats besar ataupun kecil.
  2.   اللفظ(Al Lafzh) : yaitu al Qur’an berupa lafal (suara) untuk melafalkan huruf-huruf yang menjadi kata dan kalimat; haram melafalkan (membaca)nya bagi mereka yang berhadats besar.
  3.   المعنى(Al Makna) : yaitu  pengertian atau makna al Qur’an yang ada di dalam diri (benak) seseorang; karena itu orang yang “faqih” (lebih faham dan memiliki ilmu pengetahuan tentang al Qur’an) lebih diutamakan menjadi imam dari orang yang hanya “fasih” membaca.
  4.   القائم بذات الله(Al Qur’an yang ada pada Zat Allah SWT) tidak berhuruf dan tidak bersuara.

       Wallahu a’lam ( lihat : Bugyah al Mustarsyidin hal. 294).

 

Membaca al Qur’an

 

Zikir yang paling utama adalah membaca al Qur’an.

Seseorang tertuntut membaca al Qur’an dengan tadabbur

(memahami makna yang terkandung padanya).

Seorang pembaca al Qur’an diharuskan memenuhi adab membaca.

Seyogianya membaca al Qur’an dijadikan “wirid” (kebiasan rutin) baik malam / siang,

dalam bepergian apalagi ketika muqim di tempat.

Urutan keafdhalan (keutamaan) membaca al Qur’an :

       –  pertama di dalam shalat.

                               –  kedua di luar shalat  :

          di waktu malam, sangat disenangi antara shalat Magrib dan Isya.

diwaktu siang, lebih diutamakan sesudah shalat Subuh.

   Tidak ada waktu terlarang untuk membaca al Qur’an sekalipun sesudah   

   shalat  Ashar.

 

Lihat Al Azkar, Imam An Nawawi, halaman 85, dst


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: